Selasa, 09 Juli 2013

POLIP ENDOMETRIOSIS PART 2

Senin, 1 Juli 2013

Ijin sehari dari kantor, saya datang ke RS Asri diantar suami sekitar pukul 12 siang. Janjian sama dokter Marly memang jam 12 siang, tapi pas daftar, ternyata dokter sedang ada tindakan operasi caesar, jadi kami para pasiennya harus menunggun. Karena datang awal, alhamdulillah dapat nomor antri 3. Menunggu cukup lama, saya dan suami putuskan buat shalat dan makan siang dulu. Ternyata memang lama, dokter baru selesai operasi jam 15.10 dan pasien pertama baru masuk. Ada beberapa pasien yang menunggu antri untuk cek ke dokter Marly, tapi herannya saya tidak dipanggil-panggil. Ternyata kata suster nunggu sebentar karena saya akan operasi kecil yang cukup lama. Hmmm baiklah saya kembali menyabarkan diri. Akhirnya saya dipanggil sekitar pukul 16.15. Masuk ke dalam ruangan seperti biasa sudah terdapat "kursi mekangkang" dan tanpa dikomando saya langsung menempatkan diri. Dokter Marly masuk, dan langsung memulai proses. Ada 3 suster yang menunggui di ruang periksa tersebut, dan proses histeroskopi dimulai agak lama karena ada masalah pada kabel monitor untuk melihat hasil peneropongan kamera histeroskop.
Sebelum dimulai histeroskopi, sebelumnya saya sdh dipanggil suster untuk dimasukkan obat pengurang rasa sakit, dann obat tersebut dimasukkan ke dubur, rasanya mules nggak jelas gitu deh. Saya justru kawatir jadi kebelet p*p dan obatnya jadi keluar, untungnya masih bisa tertahankan. Proses histeroskopi dimulai, kamera histeroskop masuk ke vagina saya (maaf ya yang tidak terbiasa dengan bahasa-bahasa yang akan banyak tertulis disini, anggap saja pelajaran biologi :) ). Untuk menjaga agar kamera histeroskop dapat melihat jelas, ada cairan yang dialirkan masuk ke vagina, jadi rasanya selain ada yang masuk, basah2 dingin gimana gitu lah. Di monitor mulai terlihat kondisi alat reproduksi saya, mulai dari mulut rahim, sampai akhirnya masuk ke rahim. Pada saat kamera masuk ke rahim, rasanya mulessss,,,dan di monitor terlihat ada beberapa gunungan kaya jerawat bedanya ini di rahim. Dokter melewati gunungan tersebut,dan lanjut mengecek saluran tuba, alhamdulillah ga terlihat sumbatan di tuba. Gunungan-gunungan itu lah yang disebut polip rahim, oleh dokter gunungan itu akan dibersihkan dengan gunting yang sangat kecil. Pada saat digunting pun ndak terasa perasaan apa pun selain mules, hanya saja suster-suster yang menunggui saya yang ngilu melihatnya *terlihat dari ekspresi dan suara ah ih uh mereka. Gunungan itu lah yang membuat janin sulit menempel walaupun terjadi pembuahan, makanya belum berhasil hamil.
Dokter bilang ada dua polip yang ukurannya cukup besar, harus diambil untuk diperiksa di lab. Jadilah gunting yang sudah selesai digunakan untuk menggunting masuk lagi untuk mengambil polip yang besar. Hadeehh yang tadinya sudah lega jadi siap-siap mules lagi. Ternyata pakai gunting tidak berhasil, dokter pun memakai alat kuret untuk mengambil polip tersebut. Rasanya, luar biasa, yang tadinya saya bisa menahan mules ketika dimasuki histeroskop dan gunting kecil, begitu dimasuki alat kuret mulesnya bertambah 3 kali lipat. Untung masih tahan, dan dapet polipnya. Polip tersebut langsung dimasukkan ke tabung kecil yang sudah berisi air, ukurannya sekitar sebiji nasi (padahal pas di monitor kelihatannya besar). Hfiufh alhamdulillah operasi hari ini selesai. Pengobatan selanjutnya selama 7 hari saya disuruh suntik antibiotik dan fisioterapi, dan pada senin 8 Juli hasil PA akan keluar.


1 sampai 7 Juli 2013
Tanggal 1 Juli 2013 setelah operasi histeroskopi, saya bisa langsung pulang (ibu saya mengira saya bedrest sehari tapi ternyata sama dokter bisa langsung pulang). Karena disuruh suntik dan fisioterapi, saya langsung laksanakan hari itu juga.
Saya ini sebenernya karena merasa nggak punya pengetahuan yang cukup tentang dunia kesehatan dan kedokteran, ya saya laksanakan rekomendasi dokter. Walau sangat membuat kantong kering :(
Tanggal 1 sampai tanggal 3 saya suntik dan fisioterapi setiap pulang kerja ditemani suami. Tapi mulai tanggal 4, karena suami sudah harus pulang ke site tanggal 4 pagi, jadi mulai sore itu saya suntik dan fisioterapi sendiri ke RS. Rasanya, hmm sedih pasti, tapi gamau diterusin sedih soalnya kesedihan itu ngaruh ke hormon, dan salah satu diduga menyebabkan polip karena hormon ga seimbang. Jadi saya ga boleh sedih, yaudah lah (berusaha) cuek aja,,,


8 Juli 2013
Cek up lagi ke dokter Marly dan ambil hasil PA. Alhamdulillah menurut hasil PA, polip kemarin tidak mengandung potensi kanker, jadi insyaAllah ga berkembang jadi kanker. Tapi polip ini bisa tumbuh lagi, makanya saya disarankan untuk segera hamil. Saya sih tidak menunda, tapi saya ceritakan juga ke dokter bahwa saya dan suami posisi berjauhan, waktu cuti  suami kadang ndak pas dengan masa subur saya. Saya dan suami juga disarkankan untuk cek hormon dan HSG, serta suami cek sperma nanti setelah lebaran karena kalau pas bulan puasa kan kurang nyaman. Dokter menyarankan untuk cuti lah paling tidak 1 hari, disempatkan, kalau perlu nanti inseminasi aja (dhueerr kaya kesambar petir). Pertanyaan yang langsung muncul, harus segitunya kahh???
Sedih pasti, langsung terpikir berapa banyak yang sudah terkuras untuk berobat, dan sekarang mulai program. Saat browsing mungkin saya banyak menemukan orang lain yang kondisinya sama seperti saya, jadi agak tenang. Tapi balik ke alam nyata, sendiri di jakarta tanpa suami, bekerja dan dalam kondisi sakit, lumayan berat untuk dijalani. Tapi sekali lagi, (berusaha) cuek ajaa,,,,,

Kamis, 04 Juli 2013

POLIP ENDOMETRIOSIS

Long time no write, selalu saja nulis ketika lagi pengen dan lagi ada yang pengen di tulis, he,,,

Setelah hampir setahun ga nulis, saya ada sesuatu yang bisa dijadikan bahan buat cerita, buat sharing, informasi buat yang mengalami hal yang sama, atau sekedar ingin tau mengenai Polip Endometriosis.

Selama 11 bulan kami menikah, saya dan suami belum juga dikaruniai buah hati. Mungkin karena memang kami belum dinilai siap oleh Allah, apalagi posisi saya dan suami yang sampai sekarang masih berjauhan, ketemu setiap 6 minggu sekali, itu pun terkadang ga pas "masa subur" saya :).

Ga dipungkiri pasti ada rasa sedih, karena teman-teman yang menikah bareng maupun setelah saya menikah, kebanyakan langsung bisa hamil. Tapi sekali lagi mungkin rejekinya belum dikasih ke anak, dan memang rejeki banyak kami dapatkan dari arah yang lain.

Pada Rabu 25 Juni 2013 kemarin, adalah hari keempat siklus haid saya. Biasanya haid saya hanya sakit dan banyak di hari kedua-ketiga, namun periode ini sampai hari keempat pun masih sakit dan banyak, bahkan saya sampai merasa lemas/ Akhirnya saya periksa ke dokter Edo (dokter kantor). Oleh dokter Edo saya di tensi, hasilnya 90/60 (rendah).

Dokter Edo : " ini tensinya kok rendah, sudah telat haid bulan ini? jangan-jangan keguguran?"
Saya : " enggak dok, 2 bulan ga ketemu suami kok dok kemarin juga haid normal, cuma yang ini aneh kok rasanya banyak banget haidnya"
Dokter Edo : " oh gitu, hmm kalau gitu, bukannya nakut-nakutin, sebaiknya kamu periksa deh. takut ada apa-apa di rahimmu, periksa aja ke gynecholog"

Dokter Edo lalu menerangkan kemungkinan-kemungkinan apa saja yang mungkin terjadi dari kasus haid banyak yang saya alami, dan memberikan obat penambah darah. Setelah diceritain sama dokter Edo, saya langsung sms suami, dan suami pun yang kebetulan saat itu lagi cuti, menyarankan untuk segera periksa.

Sore hari pulang kantor, saya dijemput suami seperti biasa naik motor, langsung menuju Rumah Sakit Asri di Duren Tiga. Rumah sakit ini kami lewati setiap kami pulang kantor. Kami datang sekitar jam 6 sore, melakukan registrasi, dan karena saya minta dokter yang perempuan, saya dirujuk ke dr. Marly Susanti, S.Pog, KFER. Ternyata dr Marly banyak juga yang mengantri, saya dapat nomor antrian 13. Kami menunggu di ruang tunggu Poliklinik RS Asri yang nyaman, sampai akhirnya pukul setengah 9 malam saya diperiksa oleh dr. Marly.  dr. Marly tipikal dokter wanita yang baik tapi agak judes gimana gitu, mungkin karena agak tomboy jadi lebih tegas ketika berbicara. Saya sampaikan keluhan2 saya, langsung oleh dr. Marly disuruh duduk di kursi khusus yang membuat kaki kita ngangkang. Agak risih juga sih soalnya saya waktu itu lagi haid, pas banyak pula, tapi oleh suster tetap disuruh lepas celana.

Duduk di kursi khusus itu, saya kemudian di USG 2D. Di tayangan tv tampak rahim yang ada titik-titiknya (foto menyusul ya). Dokter lalu membuat beberapa catatan di gambar tersebut, diantaranya ditulis "suspect polip endometriosis". Hmm,,,saya belum pernah dengar polip endometriosis itu apa, dalam hati hanya berdoa semoga itu bukan sesuatu yang buruk dan masih bisa sembuh.

Selesai di USG, dokter lalu menerangkan pada saya apa yang saya alami. Menurut dokter, rahim saya kelihatannya bentuknya bagus, tidak ada dicurigai miom maupun kista, namun di dinding rahim saya sepertinya ada polip. Untuk memastikan hal itu, sebaiknya dilakukan histeroskopi untuk meneropong rahim dan dapat diketahui kondisi rahim secara keseluruhan. Dokter juga menjelaskan tapi harganya agak mahal, sekitar 2.750.000 jika dilakukan tindakan operasi. Histeroskopi juga istilah yang asing di telinga, tapi karena saya pengen segera sembuh dan suami juga mendukung, kami menyetujui dilakukan histeroskopi pada Senin, 1 Juli 2013. Sebelum melakukan histeroskopi saya diberikan obat pereda nyeri haid dan antibiotik.

(bersambung)


* Histeroskopi adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk memandang bagian dalam rahim. Alat yang digunakan tampak seperti teleskop tipis. Alat ini dimasukkan ke dalam vagina, melalui leher rahim, perlahan-lahan bergerak melalui saluran leher rahim ke dalam rongga rahim.

Kamis, 02 Mei 2013

Hello May, Please be Nice

Hello again,,,

Lama tak kutengok Blog ku sayang, ada banyak cerita yang kubawa untukmu. Terakhir nulis tanggal 16 Oktober 2012, itupun gara2 diminta sama bride wanna be yang sekarang udah jadi wifey, hehhee...

Hemm,,,mulai dari mana ya,,,,
Bulan Mei tanggal 2, berarti usia pernikahanku sudah menginjak 7 bulan dan 8 hari. Dan hot topic yang selalu ditanyakan orang adalah: "Kok tambah gemuk,Sudah Isi Yaa???" jawabannya: "Amiin, masih isi nasi ini, hehehe" ^_^

Yah begitulah, disaat teman-teman di lingkungan kerja, teman sekolah dulu, teman kuliah dulu, hamilnya cepet setelah menikah, kami belum mendapatkan anugerah tersebut. Pastinya karena memang belum waktunya. Dan memang setelah diamat-amati, kami banyak rejeki yang lain, mungkin sebagai persiapan sebelum anugerah itu datang. Just be positive right ^_^

Tambah gemuk?? iyaa, hehhee dari berat badan pas menikah nambah sekitar 6kg, hihihi. Karena senang bahagia atau setres niih?? karena kurang olahraga, hehehe. Tadinya gamau diet-dietan karena takutnya hamil (geer), ternyata sampai sekarang belum dikasih juga. Tapi memang sih olah raga dan jaga makan itu ga cuma buat ngurusin badan doang :P

Suami dinas di Pulau Antah Berantah, pulang setiap 2 bulan sekali selama 2 minggu. Jadilah sang istri ini dirumah sendirian, hiks,,,,,Iyap LDM dimana-mana juga ga mudah. Pernah baca blog orang istilahnya tu " bagai makan buah simalakama ". Dan mengingat kami pas pacaran juga LDR trus pas nikah LDM, jadilah aku memakan buah simalakama ketiban tangga :P

Hehe,,,nggak juga ding, hidup itu kan doa dan pilihan. Dari dulu pada saat berdoa aku selalu minta pada Allah untuk ditunjukkan jalan yang lurus dan dijauhkan dari jalan yang sesat. Kita merencanakan, dan Allah menunjukkan, dan inilah yang terbaik untukku dan suami, dari jaman kami pacaran sampai sudah menikah seperti ini :)

Searching di mbah Google, ternyata saya nggak sendiri kok. Buanyak banget yang ternyata sedang menjalani Long Distance Marriage, dan semuanya sepakat itu ga mudah, namun berusaha menjalani dengan ikhlas. Semua pasti berharap dan berdoa pada akhirnya akan dipersatukan dalam satu atap dengan keluarga tercinta. LDM itu rasanya kaya apa sih? LDM itu rasanya seperti ikut Samapta. Bedanya kalau Samapta itu dilatih sama pelatih dari Kopassuss, ini pelatihnya Allah SWT. Kita ditempa untuk jadi manusia yang ikhlas, sabar, dan paling utama bersyukur.

Hemm,,,,iya selama ini saya kuraaaang sekali bersyukur. Saya punya suami yang begitu mencintai saya walau ia jauh disana, saya bisa lolos jadi PNS di Kementerian yang diidolakan banyak orang, saya punya ibu yang sangat perhatian dan selalu ikhlas mendoakan anaknya ini, saya punya teman-teman yang perhatian, dan banyak nikmat lain yang ga akan pernah bisa disebutin satu-satu,,,, justru sayalah yang kurang perhatian pada mereka, selalu merasa kurang, kurang, kurang,,,,,,astagfirullahaladziim,,,,,maafkan saya ya Allah,,,

Hemm,,, bulan Mei ini adalah bulan dimana saya sadar akan banyak hal, "melek" dan melihat banyak hal yang selama ini saya lakukan ternyata salah,,,dan saya berniat untuk memperbaikinya. Terutama berusaha jadi istri yang lebih baik lagi untuk suami tercinta, belajar untuk sabar menantinya pulang, sambil belajar masak dan mengurus rumah tangga. Sabar menghadapi kendala komunikasi yang kami hadapi, dimana ada beda waktu 1 jam Jakarta - Kutai, belum sinyal yang hilang timbul ga jelas. Makanya jadi curhat ke blog aja, hihii,,,


Mei, I will learn many things,,,,especially be a good wife for my hubby,,,love you hubby :*

Selasa, 16 Oktober 2012

Ny. Bachtera Aji Wibowo ^___^

Hai agaiiiiin...

Soooo sorry for abandoned this blog :( coz I've been busy since preparing wedding, and after wedding my work list awaiting me at the office hmmm...

Right now, I'm officially become a wife of Bachtera Aji Wibowo (horray ^__^), and officially living a "Long Distance Marriage" life, hehee..yeah still, my husband work at Sanga-sanga, East Kalimantan (have you ever heard this town before??). We only met 2 weeks every 2 months, its called "6-2", 6 weeks working and 2 weeks off :)

okay, actually I wanna wrote something today. Its all about my wed preparation, requested by some of my "bride wanna be" besties :)) I hope this post will be useful for you who preparing your wedding, especially in Magelang :)

Okay, lets the review begin..................

1. Gedung

Gedung yang kami pakai adalah gedung Wiworo Wiji Pinilih, Magelang. Harga sewanya ada dua macam. Jika pernikahannya siang, harganya Rp. 1.600.000 dan jika malah harganya Rp. 1.750.000. Untuk biaya kebersihan plus sewa kursi (150buah) dikenakan Rp. 150.000. Oiya, uang DP nya Rp. 500.000 menyewanya pada pengurus di gedung DPRD (lupa nomornya ibuku yang simpan, hehe)

 2. Rias
Untuk Rias, aku dipertemukan dengan Mbak Vera. Bliau ini asisten rias Mas Yudhi, salah satu perias muda ternama di Magelang. Karena aku berjilbab, aku memutuskan untuk menggunakan rias dari mba Vera saja. Lagipula riasnya bagus banget dan halus banget. Para tamu termasuk para "bride wanna be" aja nanyain ke aku, ahhaha..untuk lebih jelasnya silahkan tanya Mba Vera di nomor 087738546252/085799309051

3. Baju pengantin dll.
Baju pengantinku sewa perdana di Tante Anik Gadiyono. modelnya liat dari majalah, hihi. Baju akadnya sewa yang sudah ada. harga sewanya untuk yang perdana Rp. 1.750.000 sepasang, dan sewa biasa Rp. 1.000.000. Tapi dengan tante Anik Gadiyono ini aku dikenalkan oleh mba Vera, jadi harganya katanya harga persahabatan. Lokasi sanggar riasnya ada di sanggar rias Sekar Arum, dekat dengan SMA 4 Magelang. Nomor kontak Tante Anik 085642022349/081568469469

4. Katering
Katering yang populer di wilayah kedu antara lain adalah Katering Vas dan Katering Laksana. Namun karena aku menikah 6 hari setelah lebaran, kedua katering tersebut tidak bisa menerima pesanan :( akhirnya aku menggunakan katering Podomas, milik Tante Ary. Masakannya dipuji enak dan tidak biasa. Yang laris pas pernikahanku adalah Timlo Solo, katanya segarr apalagi setelah lebaran makan yang berlemak-lemak :) Untuk kontak tante Ary ada di ibuku. Lokasinya rumah Tante Ary ada di dekat SMA 4 Magelang, ada plangnya PODOMAS

Podomas: Address, : Jl Sultan Agung 7-A RT 008/11,Jurangombo,Magelang Selatan MAGELANG 56123. Phone, : 0293 363277

Laksana: Laksana Catering ( Ny. Slamet Mulyo ), Jampirejo Timur 337 Temanggung, ( 0293 ) 492166

5. Dekor
Dekorasi pernikahanku menggunakan jasa Mas Yudhi. Sebetulnya Mas Yudhi ini ada Wedding Service/Wedding Organizernya, tapi aku baru tahu belakangan setelah semuanya sudah aku cari sendiri2 mulai rias dll. Tau gituuuu....hehhe....
Mas Yudhi ini kreatif sekali dalam mendekorasi pelaminan. Pernah di Temanggung Mas Yudhi membuat dekorasi dari padi dan jagung dan hasil bertani lainnya. Kerenn...untuk jasa dekorasi sederhana seperti di pernikahanku, dikenakan tarif Rp. 7.000.000 (sudah termasuk tuslah lebaran), lumayan mahal sebenernya untukku, tapi hasilnya juga bagus banget, jadi cucok lah..hehe..


Yudhi Wedding Service
Company address
Jl Dukuh II 163 RT 001/03,Magelang,Magelang Utara, Magelang
Phone
0293 365349




6. Dokumentasi dan Video
Untuk Dokumentasi dan Videonya lumayan, dari Riverso Photography milik salah seorang saudara. Untuk yang berdomisili di Magelang mungkin bisa menggunakan jasa mas Awang Hartawan, dengan Ningali Photography nya atau Mas Setyaji dengan Asri Potrait.

7.Hiburan
Hiburan adalah hal yang paling terakhir terpikirkan :D di detik2 terakhir aku dikenalkan dengan Mas Bonny oleh Mbar Vera. Mas Bonny ini adalah jasa hiburan yang sering kali dipakai oleh AKMIL Magelang di saat ada kunjungan Presiden SBY ke Magelang.




Okkay maybe that's it. Because it's getting night and I feel sleepy after drank my med (influenzaaa) so I need some rest. I'll continue tomorrow okay. Hopefully it will be benefits to you all

Nite ^___^

Senin, 21 November 2011

The Art of Long Distance Relationship

Writings agaaaiiiin...
It's such a busy month, busy with all of the jobs in the end of the year...especially as a public officer like me hff...

But there is an interesting stories I wanna share, Coz it was a little bit funny but also something to regret...

Me and my boyfriend have been together for about 5 years, and during that period we did long distance relationship..from the begining, until now..

(capek juga ngomong pake bahasa inggris, enough practising english, lanjut pake bahasa aja  :P )

Long distance relationship (LDR) nggak pernah terbayang bakal aku jalani sampe sekarang. Aji adalah pacar keduaku setelah pacar monyet (maksudnya pacaran cinta monyet jaman SMP :P ). Berawal dari kisah kasih di SMA, ceritanya dia yang suka sama aku duluan pas kelas 3. Tapi berhubung aku ini lugu, nggak ngeh deh dia suka sama aku. Daaan baru pas kuliah aku tiba-tiba suka sama dia, beruntung dia masih nanggepin aku hahaha sampe akhirnya kita "deket" :P

Kira-kira semester 3an kita mulai rajin smsan, dia di Bandung dan aku di Semarang. Dari sekedar smsan ngingetin jangan lupa makan, mbangunin shalat subuh dll, akhirnya ketemuan. Sebenernya kami ini temen SMP-SMA, tapi nggak pernah deket, jadi waktu ketemuan pertama kali ya berasa anehh..
Sms-sms, telpon-telponan, ketemuan cuma sebulan-dua bulan sekali pas libur kuliah, mulai terbiasa dijalani. Jadi berasa pacaran sama HP, tapi yasudahlah...bismillah aja, dijalani aja..

Sampai akhirnya kita lulus, kita bekerja, jauh-jauhan juga. Aku kerja di Jakarta, Aji kerja di Kalimantan (berhubung dia emang orang teknik). Kadang merasa sudah biasa, tapi kadang jenuh juga. Bayangin dong rasanya waktu kita butuh dia, semisal kita nyasar dan kita berharap orang yang datang itu dia dan bukan orang lain, yaaahhhh ujian semacam itulah yang dijalani...

LDR memang banyak godaannya, banyak ujiannya. Ibu bos di kantor pernah bilang, kalo banyak kejadian orang sekantor itu jadian sampe nikah, bahkan udah punya tunangan pun bisa batal dan kecantol sama temen sekantornya. Mungkin faktor intensitas ketemu emang bisa bikin orang suka, tapi mungkin emang udah jodoh kali. Tapi bener juga kata ibu bos, kalau LDR itu emang harus punya komitmen dan percaya sama pasangan. Kalo nggak, ada satu peristiwa apa atau ada gosip apa misalnya pacar lagi deket sama siapa bisa-bisa bikin berantem. 

Ehm...bukannya aku sama Aji nggak pernah berantem, diibaratin kalau berantemnya pukul-pukulan, kita udah kaya orang babak belur, udah berkali-kali jatuh bangun, udah berkali-kali berniat break atau putus, tapi sampai sekarang kami masih bisa tegak berdiri bersama...

Aku juga udah beberapa kali shalat istikharah, berharap jika memang dia jodohku kami akan didekatkan dan dimudahkan melangkah ke jenjang berikutnya. Namun jika tidak berharap Allah akan menjauhkan kami dan memberikan kami masing-masing yang lebih baik. Tapi buktinya sampe sekarang setiap aku habis shalat istikharah (yang biasanya aku lakuin kalau lagi berantem sama Aji, hehe) justru kami didekatkan kembali, dan hubungan kami semakin maju satu langkah ke depan. Entah apa artinya, semoga memang Aji memang jodoh yang ditentukan Allah buatku..(amiiiiiin)

Hehe...LDR itu nggak selamanya misery, it's an art...an art that make us grow up, more mature, more wise in our relationship. Bagaimana kita ngadepin tiap ujian dalam hubungan, kek ngadepin ujian uas buat naik kelas, yah kek gitulah sampe akhirnya tar kita naik kelas ke jenjang pernikahan, amiiiiin ^__^

Ehm..buat yang bernasib sama... LDR juga... bukan berarti tiap pertengkaran adalah akhir dari hubungan,mungkin itu hanyalah anak tangga yang akan mengantarkan kita ke tingkat yang lebih tinggi. 
Tetap jaga komitmen dan percaya pada pasangan..
Daaan yang paling penting adalah banyak berdoa dan berserah pada Tuhan YME
Coz Allah knows what best for us...
What best suit us...
So keep our faith to Allah too that Allah will always give us the best...
Keep faith...


^_____^